IPNW Lombok Tengah Gelar Diskusi Rembuk Rileks: Pendidikan, sosial dan perempuan jadi point penting pembahasan.

pimdaipnwltg
0

IPNW Lombok Tengah Gelar Diskusi Rembuk Rileks: Pendidikan, sosial dan perempuan jadi point penting pembahasan.




Kegiatan diskusi rembuk Rileks yang diselenggarakan Kordinator Ketholibatan (keperempuanan) dari lima pimpinan cabang IPNW Lombok Tengah sukses digelar Sabtu, (18/10/2025)


Ada lima cabang yang tergabung dalam kegiatan ini yakni PC IPNW Pujut, Jonggat, Praya, Kopang, janapria, hadir juga dikegiatan tadi masing-masing ketua cabang, Ucap Ketua PD IPNW Lombok Tengah 


Ini merupakan kegiatan yang bagus dari Rekanita-rekanita kita, khususnya untuk para kordinator ketholibatan dari lima cabang ini sudah menjadi inisiator sekaligus panitia pelaksana dari kegiatan ini, lanjutnya


Tiga point utama yang dibahas pendidikan, sosial dan perempuan dinilai sangat penting untuk dijadikan bahan diskusi melihat keadaan tiga sektor tersebut paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Dalam kegiatan ini para peserta di bagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan tiga point pembahasan, setiap kelompok di tentukan secara acak agar antar cabang saling mengenali, setelah itu setiap kelompok diberikan waktu untuk berdiskusi dan memberikan pemaparan hasil diskusi kelompok mereka, kemudian setiap kelompok diberikan kesempatan untuk bertanya ke kelompok yang lain, tegas ketua panitia 


Kita harap dari kegiatan ini tentunya yang pertama adalah penyadaran terkait permasalahan dan solusi apa yang bisa di berikan dari tiga point pembahasan kami pada malam ini, selanjutnya sebagai ajang silaturrahmi sesama anggota perempuan IPNW, lanjutnya


Setelah semua memaparkan dan bertanya hasil diskusi mereka, kita memberikan hadiah bagi kelompok yang paling bagus persentasi nya, paling aktif, tutupnya




Di akhir sambutannya ketua PD IPNW Lombok Tengah mengharapkan keaktifan dan kontribusi nyata dari Rekanita-rekanita yang hadir untuk organisasi, ketua PD juga berpesan untuk menghilangkan penyakit egosentris dan merasa superior terhadap rekanita yang lain.


Kita memang bersalah dari berbeda kecamatan, bahasa kita juga ada yang beda, watak berbeda, bangga terhadap asal masing-masing itu bagus, akan lebih bagus kita gabungkan perbedaan-perbedaan yang kita miliki menjadi gerakan kolektif yang bisa memajukan daerah Lombok Tengah kita tercinta, Tutupnya.



Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)