Dampak Fenomena Judi Online terhadap Peningkatan Angka Perceraian

pimdaipnwltg
0


Dampak Fenomena Judi Online terhadap Peningkatan Angka Perceraian: Studi Analisis Sosial dan Psikologis

Oleh.

H. Muhammad Khotibuddin, QH., M.H

( Mahasiswa Doktor Hukum Keluarga Islam UIN Mataram)


Fenomena judi online di Indonesia telah menjadi perhatian serius karena dampaknya yang luas, terutama terhadap dinamika keluarga dan angka perceraian. Meskipun teknologi dan akses digital membawa kemudahan, kehadiran judi online sebagai bentuk aktivitas hiburan yang mudah dijangkau menimbulkan risiko sosial dan psikologis yang signifikan. Studi analisis sosial dan psikologis menunjukkan bahwa ketergantungan pada judi online berdampak langsung pada keretakan rumah tangga, peningkatan konflik, dan akhirnya berkontribusi pada peningkatan angka perceraian.

Melampaui Mitos “Asal Hobi Tidak Ganggu”

Mitos umum yang terjadi adalah anggapan bahwa judi online sekadar hobi sementara yang tidak berpengaruh besar pada keharmonisan keluarga. Padahal, praktik judi online seringkali memicu masalah keuangan besar, kebohongan, dan hilangnya trust antara pasangan. Penelitian dari Sari dan Wibowo (2022) membantah mitos tersebut secara empiris, menyimpulkan bahwa pasangan dengan anggota keluarga yang kecanduan judi online memiliki tingkat stres dan konflik yang jauh lebih tinggi dibanding pasangan tanpa keterlibatan judi.

Mengapa Judi Online Menimbulkan Dampak Negatif?

Pertama, Kerusakan Finansial dan Ketergantungan Psikologis. Judi online yang mudah diakses dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan dan ketergantungan psikologis yang sulit dikendalikan. Hal ini memicu tekanan ekonomi dalam keluarga yang menjadi pemicu utama perselisihan dan perceraian (Putra, Hartono, & Dewi, 2023). Kegagalan dalam pengelolaan keuangan yang disebabkan oleh judi online menurunkan kualitas hidup dan stabilitas rumah tangga.

Kedua, Konflik dan Kehilangan Kepercayaan. Studi-studi psikologis menunjukkan bahwa ketergantungan judi online meningkatkan konflik interpersonal, condong pada perilaku manipulatif dan kebohongan berulang yang merusak fondasi kepercayaan pasangan (Utami & Rahman, 2024). Konflik yang tidak terselesaikan ini berujung pada perpecahan yang kian mendalam.

Memahami Dampak Psikologis dan Sosial Judi Online

Dampak psikologis judi online tidak hanya mempengaruhi pelaku, tetapi juga anggota keluarga lainnya, terutama pasangan dan anak-anak. Stres kronis dan gangguan emosional muncul dari ketidakpastian finansial dan ketidakstabilan keluarga. Dalam konteks analisis sosial, komunitas yang memiliki prevalensi tinggi kecanduan judi online cenderung mengalami degradasi nilai-nilai keluarga, melemahnya solidaritas sosial, dan meningkatnya stigma negatif.

Pentingnya Intervensi dan Komunikasi Terbuka

Elemen penting dalam mencegah dampak buruk judi online adalah intervensi dini dan komunikasi terbuka antar anggota keluarga. Studi kasus berhasil dari program rehabilitasi dan konseling

keluarga menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan konflik dan pemulihan keharmonisan apabila pasangan dan keluarga mendapat dukungan psikologis yang tepat. Keterbukaan dalam membicarakan masalah judi dan dampaknya menjadi pondasi utama dalam proses pemulihan.

Dampak Sosial Jangka Panjang dan Upaya Pemberdayaan

Fenomena judi online tidak hanya berdampak pada keluarga individual tetapi juga memiliki implikasi sosial yang luas. Meningkatnya angka perceraian akibat judi online dapat mengganggu stabilitas sosial dan produktivitas komunitas. Oleh karena itu, pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, pendampingan psikologis, dan kebijakan pengawasan teknologi judi online sangat diperlukan untuk mengurangi resiko kerusakan sosial yang lebih besar.

Ketiga, Fokus pada Kesadaran dan Edukasi. Masyarakat dan keluarga perlu dibekali dengan pemahaman kritis tentang risiko judi online serta strategi pengelolaan stres dan keuangan yang sehat. Upaya preventif ini menjadi kunci dalam mengurangi angka perceraian yang dipicu oleh fenomena judi online.

Singkatnya, fenomena judi online memberikan realitas baru yang mengancam keharmonisan rumah tangga dan struktur sosial. Studi analisis sosial dan psikologis menegaskan bahwa tanpa penanganan serius, judi online berpotensi menjadi krisis keluarga dengan konsekuensi perceraian yang signifikan. Dalam konteks ini, peningkatan kesadaran, pendekatan intervensi efektif, dan kebijakan pengendalian perlu dijadikan prioritas untuk menyelamatkan institusi keluarga serta membangun masyarakat yang sehat dan harmonis.














Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)