Pertanyaan dalam sebuah pernyataan

pimdaipnwltg
0

 PERTANYAAN DALAM SEBUAH PERNYATAAN


Perjalanan hanya sebatas angin berlalu lalang. Rasa ingin pun tertuai dalam lalah hati yang dilapangkan, hanya untuk menerima segala hal tanpa sebuah perlawanan. Hingga jiwa pun terkulai lemah di atas dipan-dipan kesabaran.  

Rupanya, aku sedang menatap carut-marut gelisah dengan perasaan yang entah; resah nan gundah. Bagaimana tidak, perginya harus meneguk tenang, meski mengenyam pilu yang tak berkesudahan.

Kesempatan yang semesta izinkan, menyeruak sepanjang jalan berbenah. Tidak ada tawar-menawar yang menjadikan aku melawan pada takdir kehidupan. 

Tuan...  

Kutatap sekali lagi sembari menunggu uluran tanganmu, tanpa harus beranjak pergi. Berulang kali aku merengkuh untuk kita kembali, namun "ada hati yang tak bisa dipaksakan", katamu, hingga berulang kali menenun percaya pada setiap celah retaknya. 

Harap dalam hirap melebur dalam masa lalu. Lembar lusuh di genggamanku yang tertimpa air duka, menyampaikan aku pada sebuah pertanyaan:  

"Akankah kita menemukan makna sebaik-baiknya perbaikan?"

@TA

Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)