Sinergi Pola Asuh dan Pendidikan Keluarga: Kunci Mewujudkan Ketahanan dan Harmoni Keluarga di Era Modern

pimdaipnwltg
0

Sinergi Pola Asuh dan Pendidikan Keluarga: Kunci Mewujudkan Ketahanan dan Harmoni Keluarga di Era Modern

Oleh.

KHAMSUN

( Mahasiswa Doktor Hukum Keluarga Islam UIN Mataram)


"Sinergi Pola Asuh dan Pendidikan Keluarga dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga: Kajian atas Kepribadian dan Kerjasama Anggota Keluarga":


Ketahanan keluarga merupakan aspek fundamental yang mendasari kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. Dalam perspektif ilmu sosial dan pendidikan, ketahanan keluarga menjadi variabel kunci yang mencakup kemampuan keluarga dalam mengelola sumber daya dan menghadapi berbagai tantangan psikologis, sosial, dan ekonomi. Pada masa globalisasi dan digitalisasi saat ini, keluarga menghadapi dinamika kompleks yang menuntut adaptasi pola asuh dan pendidikan keluarga secara sinergis untuk membentuk pribadi anggota keluarga yang tangguh, adaptif, dan kooperatif.


Sinergi antara pola asuh dan pendidikan keluarga dalam literatur akademik dikaji sebagai interaksi yang saling memperkuat dalam pembentukan kepribadian dan kerjasama antaranggota keluarga. Pola asuh demokratis, yang menyeimbangkan antara kontrol dan kasih sayang, memungkinkan tumbuhnya komunikasi terbuka, partisipasi anak dalam pengambilan keputusan, serta pengembangan tanggung jawab personal. Pola asuh ini memfasilitasi internalisasi nilai-nilai moral dan sosial yang ditanamkan melalui pendidikan keluarga yang berfokus pada pembentukan karakter berlandaskan nilai-nilai religius, moral, dan sosial. Dengan pendekatan ini, anak tidak hanya dibentuk menjadi individu yang mandiri dan percaya diri, melainkan juga saling menghargai dan mampu menjalin kerjasama.


Hasil kajian meta-analisis dan studi lapangan menunjukkan bahwa ketahanan keluarga yang terbentuk melalui sinergi ini berdampak nyata pada ketahanan psikologis, sosial, dan spiritual keluarga. Pola asuh dan pendidikan keluarga yang sinergis memperkuat ikatan emosional, meningkatkan komunikasi efektif, dan mengurangi stres serta konflik yang berpotensi merusak keharmonisan keluarga. Dalam konteks perkembangan anak, ketahanan keluarga berkontribusi positif terhadap pengurangan stres anak usia dini, pembentukan identitas yang sehat, dan peningkatan kompetensi sosial.


Trik dan strategi praktis untuk mengoptimalkan sinergi pola asuh dan pendidikan keluarga antara lain:


1. Meningkatkan literasi pengasuhan dan pendidikan keluarga melalui program parenting yang berbasis bukti dan partisipatif.

2. Mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan anak baik di rumah maupun berkolaborasi dengan lembaga pendidikan formal.

3. Mengembangkan komunikasi terbuka dan partisipatif dalam keluarga untuk memperkuat ikatan emosional dan pengambilan keputusan bersama.

4. Memanfaatkan teknologi digital secara positif untuk media edukasi dan pembinaan nilai- nilai keluarga.

5. Mengintegrasikan nilai-nilai agama dan budaya lokal sebagai fondasi dalam pendidikan keluarga, sehingga meningkatkan kohesi budaya dan spiritual.

 

Secara konseptual dan empiris, sinergi pola asuh dan pendidikan keluarga merupakan pendekatan strategis yang efektif dalam membangun keluarga yang resilien di tengah tantangan zaman. Ketahanan keluarga tidak hanya menjamin kualitas hidup anggota keluarga tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul, yang pada akhirnya mendukung pembangunan sosial dan ekonomi nasional.


Dengan demikian, penelitian dan program penguatan ketahanan keluarga perlu terus dikembangkan dengan pendekatan interdisipliner yang memadukan ilmu psikologi, pendidikan, sosiologi, dan nilai-nilai keagamaan. Pendekatan ini akan memastikan bahwa polays asing dan pendidikan keluarga tidak berjalan parsial melainkan terintegrasi secara efektif, menciptakan keluarga Indonesia yang kokoh, harmonis, dan adaptif menghadapi perubahan global.

Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)