Maulid Nabi: Konsep Kepemimpinan Leader eat last

pimdaipnwltg
0



Maulid Nabi: Konsep kepemimpinan Leader ate last

Maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu perayaan yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Di Indonesia, perayaan ini memiliki makna yang mendalam dan menjadi momen untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Salah satu organisasi yang aktif dalam merayakan Maulid di Lombok Tengah adalah Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan (IPNW).Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang memperkuat keimanan, tetapi juga sarana untuk merefleksikan relevansi ajaran kepemimpinan nabi dalam era modernisasi.

Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dicirikan oleh integritas moral, kecerdasan, empati, dan kemampuan membangun masyarakat yang adil, yang tercermin dalam sifat-sifatnya seperti shidiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathonah (cerdas). Beliau adalah pemimpin teladan yang mengutamakan keadilan, kesabaran, kerendahan hati, dan pemberdayaan individu, sehingga mampu membawa perubahan transformatif bagi masyarakat dan diakui sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah dunia, seperti diakui oleh Michael Hart. 

Michael Hart dalam bukunya "The 100: A Ranking of The Most Influential Persons in History" menempatkan Nabi Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Hal ini membuktikan bahwa kepemimpinannya diakui bukan hanya oleh umat Muslim, tetapi juga oleh kalangan internasional.

Seorang penulis modern yang bernama simon senek menulis buku berjudul leader eat last " Pemimpin makan terkahir" filosofi utama dari buku ini adalah bahwa seorang pemimpin sejati harus mendahulukan kepentingan orang lain sebelum dirinya sendiri. Simon senek memberikan banyak contoh pemimpin dunia yang sukses menerapkan konsep kepemimpinan leader eat last.

Konsep kepemimpinan leader eat last selaras dengan peristiwa penting di dalam  sirah Nabawiyah ketika Nabi Muhammad Saw. Dalam sebuah perjalanan bersama sahabatnya. Dalam keadaan kehausan Nabi Muhammad dan sahabat nya Abu Qatadah membawa wadah berisi air, lalu Baginda Rasulullah menuangkan air tersebut ke gelas dan membagikan nya kepada seluruh sahabat.

Tinggallah nabi dan Abu Qatadah yang belum minum, Baginda Rasulullah menuangkan air ke gelas trakhir lalu berkata kepada Abu Qatadah, Minumlah! Kata Abu Qatadah menjawab "Aku takkan minum sampai engkau minum duluan ya rasulallah"

Lalu Rasulullah Saw. Merespon dengan kalimat singkat namun syarat makna "Saakil kaum aakhiruhum Syurban" yang bermakna pelayanan suatu kaum diahlah yang harus minum terkahir, kalimat singkat namun memili makna filosofis mendalam kepemimpinan , bahwa pemimpin bukan tentang kekuasaan tapi tentang pengorbanan dan pelayanan, Rasulullah memberikan contoh setelah memberikan minum seluruh sahabatnya beliaulah yang minum terkahir.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)